Diri dan Aku.
Diri dan Aku.
Aku bukan orang yang baik yang bisa dicintai oleh orang-orang baik ini. Aku hanya diri rapuh yang bodoh yang beruntung bisa menjadi bagian dari mereka. Aku juga diri egois yang lelah bila harus berbagi, terkadang aku ingin menyimpan apa yang baik untuk diriku sendiri. Terkadang aku juga lelah menjadi baik. Tapi disinilah aku yang penuh kekurangan dan kehampaan. Aku selalu berusaha dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Walau aku selalu diam, tapi aku juga akan terluka jika ada orang yang mengatakan hal buruk kepadaku.
Aku juga akan menangis jika hal kecil mengecewakan hatiku. Aku juga bisa marah jika mereka mempermainkanku. Aku juga menghindar agar mereka tidak mengetahui kelemahanku. Aku bukanlah orang kuat yang mampu membagikan semua hal sedih yang aku dapatkan kepada orang lain.
Aku diri lemah yang suka merasa kuat namun hampa kemudian. Terkadang diri juga lelah bersandiwara, tapi apa benar-benar bersandiwara? diri tidak mampu menanggungnya sendiri, dan selalu berharap suatu ketika akan menemukan aku yang memahamiku tanpa harus ku katakan terlebih dahulu apa yang terjadi, aku yang senantiasa tahu apa yang harus dilakukan untuk menenangkan, memberi dukungan tanpa membuat diri takut dan ragu. Karena ia tahu diri sangat peragu dan lemah.
· Menatap aku pada kenangan
Menguli apa yang bisa aku dapatkan
Aku menemukan diriku penuh dengan luka
Luka yang tidak pernah aku sadari
Besar dan membesar hingga menutup mata
Membuat aku lupa
Sebab aku adalah diriku di masa lalu
Buat diri bersembunyi
Hingga lupa yang paling berharga adalah aku.
*Secarik pesan untuk diri untuk aku di masa mendatang
Komentar
Posting Komentar